Kamis, Desember 15, 2011

Inikah Akhir Era Keemasan MU?

Pencapaian Manchester United (MU) sebagai sebuah Tim dalam satu decade terakhir ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Baik di kancah domestik, maupun di daratan Eropa. Namun kekalahan memalukan di kandang dari rival sekota, Manchester City (MC) menjadi sebuah kekalahan fenomenal yang tidak akan terlupakan, sekaligus mematahkan rekor tidak terkalahkan MU di kandang selama 18 bulan.

MU mengawali pertandingan sebagai Tim yang lebih bersinar. Tapi MC berhasil melakukan sebuah terobosan penting ketika Mario Balotelli berhasil melewati David De Gea pada menit ke 22. Babak pertamapun berakhir dengan kemenangan tim tamu 0 – 1.

Awal babak kedua ditandai dengan kartu merah bagi Jonny Evans beberapa saat setelah jeda membuat perjuangan sang juara bertahan semakin sulit. Bahkan Balotelli justru berhasil mencetak gol keduanya pada menit ke 60, disusul Sergio Aguero pada menit ke 69, David Silva dan pemain pengganti Edin Dzeko pada menit ke 90. Satu-satunya gol balasan United dicetak oleh Fletcher pada menit ke 87.

Meskipun Roberto Mancini tidak mau terlalu terbuai oleh kemenangan 6-1 itu, Tapi ia tetap mengakui bahwa kemenangan itu sangat penting mengingat tim yang mereka kalahkan adalah sebuah tim yang fantastis. Dengan hasil itu, MC sekarang unggul 5 point atas MU (25 – 20) dan memperlebar jarak surplus gol mereka menjadi 26 – 14.

Bermain susah payah untuk meraih hasil imbang di kandang Liverpool minggu lalu, penampilan MU memang cenderung menampilkan grafik menurun. Bahkan kemenangan 2 – 0 di Liga Champion melawan klub “pendatang baru” Otelul Galati di Bucharest Rumania, relatif tidak memberikan banyak harapan, karena dua gol Rooney hanya tercipta dari titik penalty.

Akankah ini menjadi akhir era keemasan MU?

Tidak ada komentar: